Sergap.online, Ambon – Beberapa hari lalu, Jumat (26/6) kita dikagetkan dengan sebuah video yang beredar di dinding Media Sosial Facebook, sebuah video yang mempertontonkan aksi masyarakat dalam upaya mengambil secara paksa Jenazah yang dinyatakan Positif Covid-19 oleh Pemerintah Kota Ambon berdasarkan hasil Swab dari Mobil Ambulance Tim Protokol Covid-19 Kota Ambon di jalan Kawasan Jenderal Sudirman Batu Merah Kota Ambon.

Sumber Gambar dari KompasTV

Menyoal aksi ini Sekertaris Komis I DPRD Kota Ambon, Saidna Azhar Bin Tahir meminta pihak Pemerintah Kota Ambon melalui Tim Medis Covid-19, RS.Haulussy Ambon untuk dapat menyampaikan kronologis masalah ini secara transparan ke publik.

Menurutnya, hal ini berdasarkan informasi yang didapatkan bahwa Jenazah sebelum meninggal memiliki riwayat penyakit kanker. Pihaknya meminta agar pihak rumah sakit menjelaskan kepada publik tentang mekanisme penanganan pasien covid dengan latar belakang penyakit bawaan agar menjadi efek jera.

Diketahui aksi paksa pengambilan Jenazah ini mengakibatkan 8 Orang menjadi tersangka, dikabarkan 2 orang diantaranya adalah anak kandung Almarhum. Saat ini mereka sedang menjalani pemeriksaan proses hukum oleh pihak Kepolisian Polres Kota Ambon.

Azhar Bin Tahir meminta kejelasan motif pelanggaran 8 orang yang ditersangkakan ini dapat pula disampaikan kepada publik. Azhar menyampaikan bahwa betul kita harus taat hukum, tetapi aspek kemanuasian pun juga harus didepankan.

“2 orang diantaranya adalah anak kandung Almarhum. Sebelum adanya kejelasan dari pihak rumah sakit, mereka diperhadapkan dengan perkara hukum. Padahal kita tau mereka saat ini sedang berduka. Disinilah kemanusian yang harus didepankan”

Azhar Bin Tahir meminta pihak Tim Gugus melalui Tim Medis Covid-19 untuk melakukan tracking kepada masyarakat yang diduga bersentuhan dengan Jenazah secara persuasif demi memutus mata rantai Covid.

Ia pun meminta agar tracking ini dilakukan secara persuasif dengan langkah-langkah yang tidak menimbulkan kegaduhan agar masyarakat yang diduga bersentuhan langsung dengan Jenazah dapat dengan rela mengikuti proses pemeriksaan.

“berdasarkan presentase kepercayaan masyarakat terhadap Covid yang semakin menurun. Olehnya perlu ada langkah-langkah persuasif agar tidak menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat”. (Red.Sergap)