Sergap.onlineAku memang bukanlah orang yang pernah kau kenal lama dengan berbagai macam gelombang yang kau lewati, aku pun juga bukan orang yang pernah kau kenal indah di hari – harimu dahulu. Aku pun juga bukan orang yang menjadikan dirimu sejarah di masa lalu.

Aku adalah orang yang mencoba menyapamu lewat tautan layar teman, juga aku adalah orang yang mencoba menyapamu lewat layar bersegimu dan aku hanyalah orang yang memaksamu untuk menjadi bagian yang berarti dalam hidupku.

Ya, aku sadar bahwa aku hanyalah lilin kecil yang mencoba menerangi gelapnya malam yang ditinggal pergi cahaya berkapasitas tinggi.
Aku hanyalah lilin kecil dengan kebarnian lampu kuning hitam di kepalaku, mencoba mendekatkan diri denganmu agar memberikan keberanian dan harapan untukmu agar kau dapat melangkah ke depan tanpa harus memandang ke belakang.

Aku hanya lilin kecil. Baraku tak mampu membakar gelapannya malam. Aku tak mampu menerangi luasnya malam, karena aku sadar betapa kecilnya baraku dan betapa kurangnya aku yang tak mampu menandingi terangnya cahaya yang menerangimu di waktumu lalu.

Dan aku hanyalah lilin kecil yang memiliki keikhlasan hati untuk dapat menjadikan dirimu berani disaat terbitnya gelap setelah terang, sekali pun aku masih belum bisa melepaskanmu dari rindumu pada cahayamu dahulu.

Inilah aku yang tak seindah dahulu, aku hanyalah wahyu kesesatan yang datang mencocokkan diri dengan objek singgahan jibril.

Aku, dengan penuh harapan, ikhtiar dan do’a, di hadapanmu aku berlutut. Semoga engkau objek separuh agamaku.

(Catatan; Alhams Qamarallah)