SERGAP.ONLINE – Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyampaikan Kepolisian berhasil mengidentifikasi pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan.

Menurutnya, para pelaku diduga merupakan bagian dari anggota kelompok teroris organisasi Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang pernah melakukan aksi yang sama di Jolo Filipina.

“Pelaku merupakan bagian dari kelompok JAD yang pernah melakukan pengeboman di Jolo  Filipina,” kata Jendral Sigit Prabowo di tempat kejadian perkara (TKP), seperti dikutip dari CNN.

Pelaku sudah diidentifikasi saat setelah kejadian berlangsung kemarin. Berdasarkan hasil identifikasi tersebut pelaku diduga merupakan warga asal Sulawesi Selatan, Makassar.

Hal demikian dibenarkan Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan, Kombes Pol. E. Zulfan bahwa pelaku berdasarkan hasil identikasi Polda Sulawesi Selatan adalah warga Sulawasi Selatan yang menghabiskan aktivitas sehari-hari di wilayah Makassar.

“Pelaku sudah kami identifikasi kemarin. Yang bersangkutan ini benar warga dari Sulawesi Selatan, Makassar,” tutur Kombes Pol. Zulfa.

Diduga pelaku merupakan salah satu anggota JAD yang terlibat dalam peristiwa pengeboman di sebuah gereja di Filipina. Diketahui, insiden ledakan bom tersebut terhadap Gereja Katedral Our Lady Of Mounth Carmel di Jolo, Sulu. Kejadian tersebut terjadi pada dua tahun silam, 27 Januari 2019.

Dengan itu, untuk insiden yang terjadi pada Minggu (28/3) di depan Gereja Katedral, Sulawesi Selatan, Makassar tersebut. Kata Zulfah, pihaknya, masik melakukan proses pendalaman terhadap pelaku tindak teror tersebut.

Pihak kepolisian akan melakukan proses pendalaman atas aktivitas sehari-hari pelaku di Makassar dan akan melakukan proses identifikasi lebih atas jaringan JAD di wilayah Makassar.

“Pekerjaan sehari-hari masih kami lakukan pendalaman,” terang Zulfah.