Sergap.online Politik tidak hanya tentang Hak Demokrasi, tapi lebih soal Etika dan Moral.

Tak heran, Kerusakan negeri yang dikeluhkan, diakibatkan rusak Etika dan Moral Pemimpinnya.

Sosok yang sering memaknai Politik sebagai menghalalkan segala cara merupakan sosok pemimpin yang dibekali kerusakan Moral dan Etika.

Kontestasi Politik Pilkada mendatang merupakan sarana mencerdaskan masyarakat tentang Urgensi Pendidikan Politik.

Terdapat Tiga elemen sumber Pendidikan Politik; Partai Politik, Lembaga Swadaya Masyarakat dan Aktivis/Mahasiswa. Peranan Tiga elemen ini sangat dibutuhkan dalam kontestasi Pilkada mendatang.

Demi menjaga keharmonisan dan persatuan dalam Kebihinekaan, Pilkada mendatang harus lebih soal Edukasi Politik ketimbang kepentingan Politik Kekuasaan setiap koalisi Parpol.

Edukasi Politik di Pilkada mendatang tidak hanya saja untuk menjaga keutuhan dan Kerukunan Bihineka, namun lebih untuk mencerdaskan kehidupan berbangsa yang merupakan Cita-cita negara.

Sejatinya, dalam kontestasi Politik, Tiga Elemen tersebut sangatlah diharpakan untuk menjadi media perolehan Pedidikan Politik.

Namun, seiring berjalannya waktu dan kentestasi politik sering dijumpai, baik saat memilih pemimpin negara, perwakilan rakyat atau pun kepala daerah. Telah ditemui di tengah kalangan masyarakat terjadinya disintegrasi kepercayaan masyarakat terhadap 3 elemen di atas.

Partai Politik sering dimaknai edukasi politiknya soal kepentingan partai. Koalisinya hanya tentang masa depan partai.

Dan LSM, tidak sedikit merupakan bagian dari Underbow Partai. Dibentuk partai untuk memperoleh basis kekuatan di kalangan akar rumput untuk memperkuat partai demi memuluskan niatan politik kekuasaan partai.

Aktivis pun sebaliknya, ditemukan ketidak-netral untuk mengimbangi dan menfilter issue kepentingan dikalangan masyarakat, malah mengambil bagian peranan untuk berpihak pada kepentingan. Namun, dengan independensi dan kekuataan akademisinya, ia masih merupakan kekuatan harapan edukasi politik tersampaikan. Harapan masyarakat dan peradaban kebaikan politik di masa-masa akan datang.

Begitupun dengan Partai Politik dan LSM, meskipun minus kepercayaan masyarakat, kedua lembaga ini merupakan media politik; edukasi politik lebih penting ketimbang kepentingan koalisi.

Mengapa dalam tulisan ini sering ditekan soal edukasi politik?, karena kerusakan moral dan etika masyarakat disebabkan kurangnya pendidikan politik.
Maka, pendidikan politik sangatlah penting untuk mencerdaskan masyarakat demi menjaga kerukunan persatuan dan Bihineka.

Esensi Politik adalah baik. Maka, ketiga elemen tersebut sangatlah diharpakan untuk dapat memberikan pendidikan politik dan membenarkannya, bahwa politik bukan tentang menghalalkan segala cara demi kepentingan. Melainkan tentang cabang ilmu sosial yang mengatur dan mengelolah peradaban manusia.

Setidaknya ada Tiga Pemilih pada Pilkada mendatang; Pemilih Rasional, Fatsun dan Identitas. Ketiga golongan ini sangatlah membutuhkan pendidikan politik yang baik dan mencerdaskan.