SERGAP.ONLINE – Siapa sangka, pelaku dugaan penyebar rasisme terhadap Natalius Pigai, Ambroncius Nababan telah ditetapkan Bareskrim Polri sebagai tersangka.

Hal tersebut telah dikonfirmasi Direktur Tindak Pidana Siber, Brigadir Jenderal Slamet Uliandi ketika dihubungi seperti termuat di Tempo.co. (26/1)

“Ye betul” Ucapnya yang dikutip Tempo.co

Status tersangka disandingkan setelah penyidik melakukan pemeriksaan atas Ambroncius Nababan dan para saksi selama sehari.

Ambroncius Nababan diduga melakukan tindakan pidana menyebar informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan kelompok tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras antar golongan atau sara.

Prof. Edward Omar Sharif Hiariej dimintai keterangannya ketika dalam satu kesempatan di TV One mengatakan dengan tegas ada norma hukum yang dilangar Ambroncius Nababan.

Wakil Menteri Hukum dan HAM itu menjelaskan setidaknya ada beberapa UU yang terkandung dalam persoalan tersebut.

Pertama, definisi yang tertuang dalam pasal 310-321 KUHP. Kedua, UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)  pasal 28, ayat 2 dan memiliki ancaman pidana pada pasal 45 dengan maksimal penjara enam tahun dan denda sebesar satu miliar.

Menurutnya, yang paling tersentuh dalam kasus ini adalah UU No. 40 tahun 2008 tentang Anti Diskriminasi Ras dan Etnis.

Diketahui, politisi Hanura juga sebagai Ketua Relawan Jokowi-Ma’aruf itu telah melakukan penghinaan terhadap mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai dengan memosting gambar yang menyandingkan foto Natalius Pigai dengan seekor Gorila di laman Facebook miliknya.