Sergap.online, Jakarta – Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB. HMI) menyayangkan langkah TIM Kuasa Hukum Novel Baswedan melaporkan Irjen. Pol. Rudy Heryanto ke Div. Propam Polri atas dugaan menghilangkan barang bukti kasus penyiraman Air Keras terhadap Novel Baswedan.

Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB. HMI) Rahmat Ali Mony dalam penyataannya menyatakan langkah yang ditempuh oleh Tim Kuasa Hukum Novel tersebut menampakan bahwa para yang bersangkutan kekurangan akan informasi terkait dengan proses hukum para terpidana kasus Novel baik saat penyidikan oleh Kepolisian maupun saat persidangan hingga jatuh putusan pengadilan.

Pasalnya, kasus penyiraman Air Keras ke wajah Novel Baswedan tersebut saat penyidikan oleh Tim Penyidik berkasnya sudah dilimpahkan ke kejaksaan dan dinyatakan P21 oleh jaksa. Artinya, berkas sudah lengkap sesuai ketentuan hukum acara dan diregistrasi untuk disidangkan.

“disaat persidangan tentu semua bukti dan kesaksian dibuka secara terang sehingga para pelaku dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan divonis bersalah dengan pidana kurungan oleh Majelis Hakim”. Terang Rahmat saat dikonfirmasi awak media. Minggu, (12/07/2020)

Selain itu lanjut dia, putusan hakim tentu berdasarkan fakta-fakta persidangan yang membuktikan kebenaran materil maupun formil atas sebuah tindak pidana sehingga putusan pengadilan mengenai perkara Novel secara hukum dianggap paripurna.

Olehnya itu menurutnya, sangat keliru jika Tim Kuasa Hukum Novel Baswedan melaporkan Irjen. Pol. Rudy ke Div. Propam Polri dengan tuduhan menghilangkan barang bukti, sebab semua bukti dan kesaksian telah dianggap terang di persidangan.

“Bahwa upaya hukum yang di lakukan oleh team kuasa hukum Novel baswedan tersebut merupakan hak dari yang bersangkutan, namun upaya itu dinilai dapat merusak nama baik Irjen. Rudy Heryanto dan institusi Polri” tuturnya