SERGAP-ONLINE – Pengadilan Tindakan Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menetapkan terdakwa mantan Devisi Hubungan Internasional Polri Irjen Napoleon Bonaparte sebagai Terpidana dengan masa kurungan penjara selama empat tahun dalam kasus suap red notice Djoko Tjandra.

Selain dijatuhi hukuman pidana empat tahun, Napoleon Bonaparte juga dijatuhi hukuman denda Rp. 100 Juta Subsider enam bulan kurungan.

Hal itu disampaikan Ketua Majelis Hakim Muhammad Damis di Pengadilan Tipikor Jakarta.

“Menjatuhkan Pidana oleh karenanya empat tahun penjara,” terangnya, Rabu, (10/3).

Merasa tidak adil dengan putusan pengadilan Tipikor tersebut, Napoleon Bonaparte mengajukan banding.

Selain itu, menurut Napoleon putusan Pengadilan Tipikor itu juga merupakan penghinaan terhadap keluarganya.

“Saya lebih baik mati daripada martabat keluarga dilecehkan seperti ini, saya menolak putusan hakim dan mengajukan banding,” katanya sesuai pembacaan vonis di Pengadilan Tipikor, dikutip dari Tempo

Hakim menyatakan Napoleon Bonaparte terbukti menerima sejumlah uang untuk menghapus Djoko Tjandra dari daftar pencarian orang.

Dengan bantuan tangan Napoleon Bonaparte tersebut, Buronan kasus Bank Bali Djoko Tjandra memanfaatkannya untuk kembali ke Indonesia dan mendaftar praperadilan.

Diketahui, vonis hakim terhadap terdakwa Napoleon Bonaparte lebih besar dari tuntutan jaksa yang mengajukan tiga tahun penjara.