SERGAP.ONLINE – Saat menjadi Narasumber di Acara Rapat Pimpinan (Rapim) Polri yang digelar secara virtual, Menko Polhukam, Mahfud MD menjelaskan dengan tegas bahwa hukum bukan untuk dijadikan alat untuk menggapai kemenangan, melainkan alat untuk mempererat hubungan kebersamaan, dan kerharmonisan bangsa.

Maka, menurutnya, ketika kasus yang dapat diselesaikan secara kekeluargaan. Dengan demikian tidak harus diselesaikan dengan tempuh jalur hukum, pengadilan.

Namun, ketika permasalahan hukum tersebut amat sangat serius, maka dalam menegakkan restorative justice, korban harus dilindungi.

“Hukum bukan untuk menjadi menang, tapi untuk menjalin harmoni dan kebersamaan. Oleh sebab itu, hal-hal sepele tidak harus dibawa ke pengadilan, tapi diselesaikan dengan mediasi. Kalau agak serius, lindungi korbannya, itu restorative justice,” kata Mahfud MD sebagaimana dikutip dari ANTARA.

Sedangkan melalui siaran pers, Mahfud MD menjelaskan hukum punya tiga fungsi dan tujuan yang sangat berperan aktif, yakni; Kepastian, Keadilan, dan Kemanfaatan.

Dalam pemahamannya sebagai mantan Ketua MK dan Menko Pulhukam saat ini, ia menuturkan bahwa bila kepastian tidak cukup, maka harus ada keadilan, karena yang pasti belum tentu adil. Maka, hukum harus ditegakkan seadil-adilnya dan bermanusiawi sesuai tujuan negara.

“Hukum bisa mengesampingkan keadilan dan kepastian manakala keadilan dan kepastian diterapkan tidak bermanfaat atau malah membahayakan. Oleh karena itu, penegakan hukum harus manusiawi sesuai dengan tujuan Negara,” tuturnya dalam siaran pers.