SERGAP.ONLINE – Menanggapi aksi kritis yang dilakukan Pergerakan Mahasiswa Berantas Korupsi (PMBK), Direktur Teknis PT. Esprezza Cipta Griya, Yosefus Taufan mengatakan PMBK Keliru. Pasalnya, apa yang menjadi argumentasi mereka, semua telah diselesaikan sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku. Baik dari aspek anggaran, waktu, serta mutu pekerjaan. Bahkan pekerjaan tersebut telah diaudit oleh pihak internal dan eksternal Kementerian Perhubungan.

Mendengar respon tersebut, Kordinator aksi  PMBK, Zulfikar menantang balik pihak perusahaan untuk melakukan pengujian data. Pihaknya meyakini telah mengantongi bukti kuat dalam membuktikan skandal kejahatan tersebut.

“Kami ajak uji data outentik, sebab kami lihat foto yang ditayangkan tidak masuk dalam spesikasi pekerjaan, kami memiliki bukti dokumentasi hasil pekerjaan yang diduga tidak beres dan kami akan terus melakukan demontrasi untuk mendesak KPK agar segera memanggil dan memeriksa PPK tersebut, serta pemenang tender yang diduga telah melakukan penggelapan anggaran Negara,” Tegas Zulfikar.

Lebih lanjut ia mengatakan pekerjaan optimalisasi peningkatan revitalisasi pembangunan Terminal Induk Tipe A Lumpur Pare-Pare itu, KPK perlu menelusuri lebih lanjut dengan memanggil para pelaku untuk diperiksa. Dengan begitu, menurutnya, skandal kejahatan dan mafia proyek tersebut akan terbuka dan diketahui publik.

Selain itu, pihaknya memberi dukungan kepada KPK untuk mengusut dugaan tindak korupsi proyek tersebut sampai berhasil menangkap para mafia proyek kejahatan luar biasa tersebut.

Dengan kekuatan data yang dikantongi, Zulfikar mengatakan mereka akan menyerahkannya kepada pihak KPK untuk dijadikan alat bukti, serta akan diserahkan kepada KPPU dan Kementrian perhubungan.

Terakhir, Zulfikar menegaskan pihaknya akan kembali melakukan aksi demonstrasi di depan gedung KPK, Jl. Kuningan Persada Kav-4, Jakarta Pusat pada Jumat (9/4) besok.

“Bongkar kejahatan mafia proyek dimanapun berada, KPK jangan menutup mata, besok Jum’at (9/4), kami akan datang kembali di KPK dan Kementrian Perhubungan. Kami ajak serta mengundang seluruh aktifis Jakarta, mari kita konsolidasikan besar-besaran untuk melawan praktek dugaan penggelapan anggaran Negara,” tuturnya.