SERGAP.ONLINE – Suhada, orang tua Faiz Ahmad Syukur, salah satu Laskar Front Pembela Islam yang tewas di peristiwa KM-50 menantang Kapolda Metro Jaya Fadil Imran melakukan sumpah kutukan atau mubahalah.

Pernyataan itu disampaikan Suhada di Kantor Komnas HAM pada Senin (21/12/2020).

“Saya mengajak Kapolda Metro Jaya yang telah mengumumkan, yang telah mengakui membunuh anak kami untuk membuktikan kebenaran siapa yang salah, siapa yang benar. Siapa yang zalim siapa yang benar, maka saya mengajak secara syariat Islam,” katanya.

Ia menawarkan sumpah kutukan itu dilakukan dengan menghadirkan keluarga untuk diikut seratakan.

“Karena saya Islam, saya ajak untuk bermubahalah. Bawa anak istri Anda, saya bawa anak istri saya kemudian kita bermubahalah. Biar Allah SWT sendiri yang menentukan,” imbuhnya.

BACA JUGA: Musni Umar Menyebut Aksi 1812 Dijamin UU dan Akan Digelar Dengan Damai

Dia mengungkapkan, dengan mubahalah, kebenaran akan terungkap. Bila Faiz, putranya yang tertembak itu ternyata bersalah, membawa senjata api dan senjata tajam, maka konsekuensinya adalah dia dan istri maupun anak cucunya bakal mendapat azab.

“Kalau anak saya bersalah, maka kami sekeluarga akan dilaknat oleh Allah SWT beserta keturunan kami. Dan apabila mereka (polisi) yang salah, mereka yang zalim maka akan dilaknat Allah SWT beserta keturunannya. Jadi silahkan kita buktikan itu,” kata Suhada dengan nada tinggi.