SERGAP.ONLINE – Sekertaris Komisi I, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ambon, Saidna Azhar Bin Tahir mengkritisi prediksi pemerintah daerah Provinsi Maluku soal lonjakan Covid-19 di Februari mendatang.

Azhar merasa bingung dengan sikap pemerintah provinsi yang dinilai kurang cermat dalam memprediksi perkembangan Covid-19 di Provinsi Maluku.

Menurutnya, pada tahun lalu Pemprov telah memprediksi puncak Covid-19 akan terjadi di September.

“Tahun lalu diprediksi puncak Covid-19 di bulan September, kok tahun ini ada prediksi lagi di bulan Februari,” Tutur Anggota Dewan yang kerap disapa Azhar.

Wakil Rakyat Fraksi PKS itu pun menegaskan, dengan kehadiran Vaksin prediksi Covid-19 di Maluku mestinya menurun.

Menurutnya, upaya pemerintah untuk melakukan Rapid Antigen kepada seluruh ASN tidak semestinya dibuat prediksi akan terjadi puncak Covid-19 di Maluku.

Melalui Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, Dony Rerung menyampaikan Satgas Provinsi Maluku memprediksi puncak Covid-19 di Maluku akan terjadi di Februari musim ini.

Prediksi Satgas yang disampaikan Dony berdasarkan kajian pakar epidemiologi tersebut sebagaimana dilansir rri.co.id, tidak dijelaskan secara detail indikator penyebab lonjakan Covid-19 tersebut.