SERGAP.ONLINE – Belakangan ini, media sosial masih saja ramai dengan pembahasan kebijakan hukum pemerintah yang membubarkan FPI.

Diketahui, kebijakan pemerintah tersebut diwakili enam lembaga negara. Diantaranya, Menkopolhukam, Mendagri, Menkumham, Menkominfo, Kejagung, Kapolri, dan BIN.

Menyoal keterlibatan keamanan negara dalam kebijakan politik hukum pemerintah tersebut mendapatkan perhatian dari sejumlah politisi.

Seperti halnya politisi dan ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera, Mardani Ali Sera. Lewat akun tweeternya, ia mengambarkan kondisi aparat saat ini.

Menurutnya, aparat itu baik, tapi bila digambarkan dengan prilaku yang berlawanan dengan hukum, maka yang baik akan menjadi jahat.

“Aparat itu baik bermanfaat utk negeri. Tapi jika digambarkan tukang pukulin mahasiswa, jual sabu, salah tembak, pungli, jual senjata ke OPM, dll. Mk yg baik jadi jahat,” tweet Mardani di akun twitternya beberapa jam lalu.

Selain itu, Anggota DPR RI dapil DKI. Jakarta fraksi PKS ini pun membandingkan hal yang sama dengan Ormas. Menurutnya, Ormas juga baik, tapi bila digambarkan tukang sweeping, maka kebaikannya akan menjadi jahat.

“Ormas itu baik & membantu setiap bencana: tapi jika digambarkan tukang sweeping. Mk yg baik jadi jahat,” singgungnya

Postingan Mardani tersebut disertai gambar karikatur yang mengilustrasikan suatu peristiwa fakta berbeda dengan muatan media yang menggiring opini publik baik menjadi jahat.

Gambar karikatur tersebut juga berisikan terjemahan ayat suci al-qur’an, Surah Al-Hujurat Ayat 6. Yang disingkronisasikan dengan peristiwa gambar tersebut.

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”.