Sergap.online, Maluku, SBB – Aliansi Pemuda Hena Puan mendatangi kantor Badan Pengawas Daerah ( BASWADA) kabupaten Seram Bagian Barat, untuk mempertanyakan hasil laporan dugaan penyalahgunaan ADD dan DD Desa Buano Utara. Selasa, (08/09/20)

Kedatangan Aliansi Pemuda Hena Puan tersebut adalah untuk mempertanyakan hasil analisis data dan timeline waktu yang diberikan oleh BASWADA kepada aliansi, setelah dua minggu yang lalu mereka melaporkan kasus tersebut.

Menurut pengakuan salah satu anggota Aliansi Pemuda Hena Puan, Karamat Poipessy mengatakan ” BASWADA SBB dinilai tidak merespon hasil laporan kami, karena telah melewati timeline waktu dan juga terkesan menunjukan sikap acuh dalam mengusut tuntas kasus yang kami laporkan”.

Poipessy dan pihaknya juga mengaku kesal karena kedatangan mereka ke kantor inspektorat SBB tidak mendapatkan jawaban dan kepastian apapun. Bahkan mereka sampai bersitegang untuk meminta pihak BASWADA agar konsisten dalam menanggapi laporan masyarakat Buano Utara tersebut.

“Kami menduga bahwa pihak inspektorat kabupaten SBB tidak serius dan tidak becus, terhadap hasil investigasi 22 item program ADD dan DD yang kami laporkan beberapa minggu yang lalu”. Kata Poipessy pada Sergap.Online saat dihubungi.

Poipessy juga menambahkan, bahwa kasus ini harus terus diusut sampai tuntas karena telah merugikan masyarakat Negeri Buano Utara dan penyelewengan terhadap anggaran negara.

” Kami meminta kepada Kejaksaan Tinggi Provinsi Maluku dan KPK RI untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap pegawai inspektorat kabupaten Seram Bagian Barat, atas laporan Aliansi terkait dugaan kasus korupsi ADD dan DD tetapi masih jalan ditempat, demikian terima kasih” Tutup nya. (PuanBakri)