SERGAP.ONLINE – Proses penegakan Hukum di Indonesia akhir-akhir ini semakin membuat tanda tanya besar bagi kalangan intelektual, dimana terlihat ketika hadirnya pandemi Covid-19, Abdi Negara, Polri di Kabupeten Halmahera Selatan, dinilai semakin bengis menciptakan intimidasi tanpa mengedepankan HAM, sehingga menimbulkan luka-luka berat terhadap salah satu masyarakat asal desa Marabose, Halmahera Selatan.

Hal ini sangat disayangkan ketika adanya kronologi insiden pemukulan terhadap Agil Hamid di Labuha. Korban yang pulang dari Labuha sekitar pukul01.00 WIT, sesampainya di Marabose, Korban konon kehabisan rokok, sehinga korban mebeli rokok di samping TPA Marabose, saat itu si korban melihat sekelompok aparat Kepolisian mengeroyok seseorang yang dikenal bernama Fai Cidu H. Muhammad.

Korban (Agil Hamid) yang tidak tahu apa-apa menghapiri Warung/Kios tiba-tiba lari keluar, korban dalam Warung/kios dikeroyok sekelompok oknum Kepolisian, dan dibawa ke mobil polisi. Kemudian korban yang tidak tahu apa-apa mengamuk sehinga ditodong pistol, sehinga korban takut dan dilarikan ke kantor Kepolisian Labuha (Polres Halsel).

Informasi ini disampaikan melalui Harsil Umar asal Orimakurunga, Kayoa Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, Konon diceritakan oleh korban bahwa dia dianiaya oleh polisi, sesampai di kantor polisi korban kembali dianiaya oknum polisi Polres Halmahera Selatan dan disuruh membuka baju dan celana saat tiba di Polres (1/2).

Insiden yang terjadi tersebut, menunjukan bahwa kualitas lingkup Polres Halmahera Selatan yang telah memukul orang yang tidak bersalah, adalah suatu perbuatan yang tidak berprikemanusiaan dan melanggar HAM.

Muhammad Reza Syadik meminta Kapolda Maluku Utara untuk segera memanggil dan mengevaluasi Kapolres Halmahera Selatan dan seluruh jajaran Polri di lingkungan Kab.Halmahera Selatan yang dinilai telah merusak citra Polri dan mengutuk keras prilaku bar-bar yang mengancam keselamatan fisik masyarakat tidak bersalah di bumi Saruma Provinsi Maluku Utara.

Reza menduga adanya kerja tidak becus oleh Kapolres Halmahera Selatan, dengan itu pihaknya menantang Kapolda Maluku Utara untuk mengusut tuntas permasalahan tersebut dan meminta Kapolres Halmahera Selatan dicopot.

Sebagai putra daerah Kab.Halmahera Selatan Reza mengutuk tindakan yang tidak berprikemanusiaan tersebut dengan menagih janji Kapolri baru, Listyo Sigit Prabowo tentang membentuk Kepolisian lebih manusiawi.

Reza yang juga sebagai Kordinator Pusat Jaringan Aksi Solidaritas Membela Rakyat (JAS-MERAH) menyampaikan pihaknya akan melaporkan permasalahan ini ke Propam untuk diusut secara tuntas agar asas keadilan hukum dapat diberlakukan seadil-adilnya, tanpa pandang bulu.

Diketahui, permasalahan ini memicu amarah masyarakat sehingga Kepala Desa Marabose, Irham Hanafi turut mengecam tindakan penganiayaan terhadap warganya yang dilakukan oknum aparat kepolisian tersebut.