Sergap.online, Jakarta – Skema pembusukan personal dalam politik selalu menjadi taktik untuk menghabisi lawan, hal ini dilatarbelakangi oleh kedengkian yang kian menyayat.

Arif dan bijaksana dalam kematangan politik akhir-akhir ini terdegradasi di kalangan menengah keatas (Middle Class) yang condong pada kebutaan yang tidak waras, dimana mendukung kontestan politik di tingkat Middle, selalu mengarahkan pembusukan pada ruas personal politik profesionalitas.

Dengki dan iri pada individu lain, tentunya sudah harus diakhiri di dalam percakapan politik, sehingga ada kemajuan berfikir untuk merangsang perubahan secapat kilat di tubuh struktur kekuasaan negara sampai daerah. Toh akhirnya kepemimpinan di Indonesia akan kembali pada pemilik hak konstitusional yang menentukan pemimpin.

marila cerdas dalam berdemokrasi dan mematangkan kedewasaan yang mana mengarah pada perdebatan Cita-cita NKRI.

Kontestasi Demokrasi/Pemilu, Pilkada bukan tempat mendukung kiri dan kanan tapi, bagaimana mengembalikan Hak Rakyat pada ketetapan konstitusional.

(Sumber: Akun FB Resmi Penulis, Makayoa Eza)