Kapolri, Jendral Listyo Sigit Prabowo

SERGAP.ONLINE – Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo akan membuat Surat Telegram (STR) sebagai pegangan penyidik kepolisian dalam menanggani perkara aduan yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transasksi Eloktronik (UU ITE).

Surat dimaksud agar pihak penyidik lebih bersikap hati-hati dalam melihat laporan kasus dengan delik aduan. Menurutnya, laporan tersebut harus dilakukan oleh korbanya langsung dan ketika diwakilkan, laporan tersebut tidak akan jalan.

“Tolong dibuatkan semacam STR (Telegram) atau petunjuk untuk bisa dijadikan pegangan bagi para penyidik saat menerima laporan. Bila laporan perlu tertentu yang bersifat delik aduan, yang lapor ya harus korbanya, jangan diwakili lagi,” tutur Kapolri kelahiran Ambon itu, di Mabes Polri. Selasa, (16/2).

BACA JUGA: UU ITE: Jokowi Tegaskan Pasal Karet dan Multitafsir Harus Dihapuskan.

Menurutnya, hal demikian agar menghindari saling lapor dengan mengunakan pasal-pasal UU ITE. Maka, untuk menghindari hal-hal tersebut, UU ITE kedepannya perlu diperbaiki untuk tidak merepotkan.

Kemudian, Kapolri yang baru dilantik pada bulan Januari lalu itu mengingatkan kepada parajajarannya untuk tidak melakukan penahanan terhadap pelaku UU ITE yang tidak berpotensi menimbulkan konflik horizontal. Namun, sebaiknya dimediasikan.

BACA JUGA: Menko Polhukam Sebut Hukum Bukan Alat Pemulus Kepentingan.

“Bila perlu kalau memang tidak berpotensi menimbulkan konflik horizontal, ya tidak perlu ditahan lah. Untuk hal lain sifatnya pencemaran nama baik dan hoax, yang masih bisa kita berikan edukasi, lakukan edukasi dengan baik,” jelas dia.

Namun, kata dia proses penanganan atas UU ITE bisa dilakukan manakala perbuatan tersebut berpotensi menimbulkan konflik horizontal. Maka, harus dilakukan proses hukum seperti ujaran kebencian yang dilakukan Ambroncius Nababan kepada mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai.

“Misalkan isu yang kemarin, isu tentang Pigai yang reaksi di beberapa tempat dan mereka bergerak. Yang seperti itu, kita harus proses tuntas,” Tegasnya.