SERGAP.ONLINE – Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) ikut mengomentari pembubaran organisasi Front Pembela Islam (FPI) oleh Pemerintah hari ini, Rabu (30/20).

Pjs Ketua Umum PP KAMMI, Susanto Triyogo menilai Pembubaran FPI yang dilakukan pemerintah semakin mencerminkan gambaran pemerintah yang semakin otoriter.

“Kita sudah melihat, sejak setelah HTI dibubarkan, lahirnya Omnibuslaw, serta pembubaran FPI cenderung mencerminkan bagaimana wajah pemerintahan saat ini. Di Negara Demokrasi, hal ini tidak akan terjadi.” kata Susanto dalam keterangan tertulis

Susanto meminta pemerintah untuk lebih bijaksana dalam menghadapi setiap perbedaan di dalam negara demokrasi. Selain itu, ia mewanti-wanti jika hal ini terus terjadi, maka demokrasi yang diperjuangkan selama ini menjadi sia-sia dan mengarah kepada kemunduran.

“Kalau pemerintah selalu bersikap represif terhadap pihak yang berbeda pandangan dan yang menyampaikan kritik, maka demorasi di negara kita akan mati .” ujar Susanto.

Senada disampaikan Ketua Kebijakan Publik PP KAMMI, Abdussalam yang mempertanyakan negara demokrasi yang tidak memberikan ruang kritik, malah mempertontongkan karakter otoriter.

“Negara Demokrstis mana yang dengan cara kasar seperti ini ketika ada golongan yang kritis terhadap pemerintah. Jelas sekali cara-cara seperti ini hanya menampilkan wajah otoriter yang sesungguhnya.” kata Abdussalam menambahkan.

Menurut Abdussalam pemerintah jangan sesuka hati memberhentikan ormas, sebab ia merupakan bagian dari unsur demokrasi.

“Ormas adalah salah satu unsur demokrasi yang harus dihormati keberadaannya. Jikalau Pemerintah bisa sesuka hatinya memilih mana yang boleh mana yang tidak, maka dipastikan unsur demokrasi di negara kita sudah pincang sebelah.” Pungkasnya.