SERGAP.ONLINE – Tersangka Korupsi Dana Bansos, Juliari Batubara dalam siding lanjutan perkara korupsi Bansos Covid-19 mengakui pernah memberikan sejumlah uang untuk Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Ahmat Suyuti.

Mantan Mentri Sosial itu mengakui pemberian uang tersebut dalam bentuk dollar Singapura sebanyak  50 ribu. Diperkiran Juliari, uang tersebut jika dirupiahkah maka kurang lebih sebanyak 500 Juta.

Hal tersebut terungkap saat Jaksa Nur Aziz melayangkan pertanyaan ke politisi PDIP yang tersangkut kasus korupsi bansos tersebut.

“Apa pernah menitipkan uang untuk pak Ahmad Suyuti?” Tanya Jaksa.

Pertanyaan itu lalu dijawab Juliari bahwa ia memberikan sejumlah uang dalam bentuk dollar itu namun tidak secara langsung melainkan  melalui tanggan Kukuh Ari Wibowo yang saat itu menjadi stafnya saat menjabat sebagai mentri sosial.

“Saya pernah memberikan uang ke pak Ahmad Suyuti, betul lewat saudara Kukuh,” jawab Juliari saat dimintai keterangan ketika dihadirkan sebagai saksi secara virtual. Senin, (22/3).

Jaksa kemudian mempertanyakan asal usul uang tersebut bersumber, namun dijawab tersangka bansos tersebut ,uang itu bersumber dari kantongnya, alias uang pribadi.

Namanya politisi, jika memberikan uang tidak pernah lepas dari kepentingan. Maka itu, Jaksa pun mengungkit landasan  semangat Juliari dalam memberikan sejumlah ratusan juta tersebut kepada Ahmad Sayuti. Namun, pertanyaan Jaksa soal dimaksud, dijawab oleh Juliari hanya untuk membantu keperluan operasional DPC partai kepala banten itu di Kendal.

Perkara ini, yang duduk sebagai terdakwa Harry Van Sidabukke yang berprofesi sebagai Konsultan Hukum dan Direktur Utama PT. Tigapilar Agro Utama, Ardian Iskandar Maddanatja.