SERGAP.ONLINE – Dugaan cuitan ujaran kebencian dan SARA yang dilakukan Abu Janda mendapat banyak sorotan kalangan muda, tak terkecuali komentar tegas dari Ikatan Senat Mahasiswa Hukum Indonesia (ISMAHI).

Koordinator ISMAHI DKI Jakarta, Faisal Mahtelu dalam keterangannya mendorong Bareskrim Mabes Polri menindak tegas Permadi Arya yang dianggap membuat kegaduhan (Rasisme) di tengah Indonesia tengah mengadapi keterpurukan pandemic Covid-19 saat ini.

“Ya, kami mendukung langkah aparat Kepolisian (Bareskrim) untuk dengan tegas menindak pelaku manusia seperti ini. Biar menjadi pembelajaran untuk semua orang bahwa menghargai adat-istiadat dan suku serta agama di Indonesia diatur dengan tegas dalam mekanisme undang-undang negara kita. Semua orang sama di mata hukum, jadi tidak ada itu kebal hukum apalagi untuk seorang Abu Janda. Kritik boleh saja tapi kalo seperti dibuat Abu Janda sangat menyakiti hati Masyarakat Papua secara keseluruhan, sekalipun cuitannya itu kepada Natalius Pigai di luar batas” Ujar Faisal Mahtelu kepada awak media. Jumat, (29/01).

Ichal panggilan akrabnya, juga menyatakan pihaknya mendukung langkah hukum yang tengah dilakukan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) menjerat Permadi Arya (Abu Janda) ke Bareskrim Polri atas cuitannya yang menyinggung Natalius Pigai.

Sebelumnya, Permadi Arya alias Abu Janda dilaporkan oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) pada Kamis, (28 /01) lalu, dengan delik ujaran kebencian dan SARA yang diposting di Twitternya pada tanggal 2 Januari 2021.

BACA JUGA : Menanggapi Ancaman Abu Janda, Haris Yakin Polri Masih Mengedepankan Keadilan Hukum.

Ichal berharap masyarakat untuk menghargai proses hukum yang sedang ditangani Bareskrim Polri terkait ujaran kebencian dan SARA yang dibuat oleh Abu Janda.

“Ini negara hukum, kita hargai proses hukumnya. Saya harap masyarakat Papua dan Indonesia secara keseluruhan untuk bersabar dan menghargai proses hukum yang sedang berjalan. Kita berharap proses hukumnya tegas dan adil,” Tuturnya.

Selain itu, Ichal juga berharap masyarakat untuk dapat menggunakan sosial media dengan baik. Tidak membuat provokasi, apalagi menyinggung soal SARA. Karena Indonesia negara dengan banyak keaneka ragaman suku, budaya dan adat. Juga dengan paras yang bermacam-macam.

“Mungkin dia pikir kita tidak tau apa maksudnya soal Evolusi itu. Seorang Abu Janda ini kan mengaku sangat Pancasilais, ternyata dia adalah orang yang paling minim pikirannya tentang esensi nilai kebihinekaan dan Pancasila itu sendiri. Bahkan sudah sangat sering ini orang buat ulah di tengah masyarakat dengan pernyataannya yang menunjukan kebodohan dirinya sendiri” Tegas Ichal menutup pernyatannya.