SERGAP.ONLINE – Imam Besar Habib Rizieq Syihab (IB HRS) membuka suara dan meluruskan kejadian kematian 6 Laskar pengawal FPI yang dilaporkan bentrok dengan kepolisian di Tol Jakarta-Cikampek (7/12), yang tengah beredar dan menjadi polemik.

Ada beberapa poin yang disampaikan IB HRS terkait peristiwa tersebut dalam satu pertemuan yang termuat di kanal Youtube Redaksi Islam. Video keterangan HRS tersebut berdurasi 15.31 menit.

Poin Pertama, sebagai saksi korban dalam kejadian tersebut HRS bersaksi dan membenarkan keterangan pers yang diberikan dan disebarluaskan Dewan Pimpinan Pusat FPI adalah isinya benar.

“Pertama bahwa keterangan pers yang secara resmi dikeluarkan oleh dewan pimpinan pusat FPI tentang kronologis penembakan yang terjadi isinya adalah benar. Sekali lagi, Kronologis yang sudah dibuat dan disebar luaskan Dewan Pimpinan Pusat FPI, saya memberikan kesaksian sebagai salah satu saksi korban ada dalam kejadian bahwa isi dari keterangan pers itu adalah benar,” ungkap HRS dalam keterangannya

Poin Kedua, HRS menyampaikan pihak mereka sama sekali tidak pernah menduga, mengira dan menuduh kalau yang melakukan kekerasan kejahatan tersebut dari pihak kepolisian. Yang diketahui oknum tersebut adalah orang jahat dengan jumlah yang banyak ingin mencelakakan mereka. Namun, dengan keberanian laskar pengawal untuk melawan tanpa senjata, oknum kekerasan tersebut dapat dikendalikan sehingga tidak satu pun mencapai kendaraan mereka.

“Kedua, yang ingin saya sampaikan bahwa pada saat kejadian, tidak ada satupun diantara kami. Baik saya dan keluarga maupun seluruh laskar pengawal yang begitu setia, yang mengira kalau yang melakukan pengejaran, mengganggu adalah dari kepolisian. Sama sekali kami tidak pernah menduga, kami tidak pernah mengira apalagi menuduh. Yang kami tau mereka adalah orang-orang jahat yang ingin mencelakakan kami”

“Dengan gagah dan luar biasa para syuhada kita, laskar-laskar pengawal yang paling belakang ini, ada dua mobil. Luar biasa mereka tegas dan berani mengendalikan situasi sehingga arah penjahat tadi, tidak satupun yang berhasil untuk mencapai kami. Mereka melawa tanpa senjata,” tegasnya diikuti teriakan takbir oleh masa.

Poin Ketiga, HRS membantah pernyataan pihak yang menuduh laskar pengawal menggunakan senjata tajam, api dan dipersenjatai merupakan fitnah dan kebohongan besar. Menurutnya, para laskarnya adalah pengawal standar dua, pengawal biasa yang ditugaskan hanya untuk mengawal dan tidak mengganggu apalagi membahayakan orang.

“Ketiga, bahwa tuduhan kalau pengawal-pengawal kami dipersenjatai adalah fitnah besar. Bohong besar, tidak ada satupun pengawal kami yang dipersenjatai karena kami tidak pernah mengira kalau kami akan diperlakukan seperti itu. Pengawal-pengawal ini adalah pengawal standar dua, pengawal biasa. Pengawal kami bertugas hanya untuk mengawal kami, tidak untuk mengganggu dan membahayakan orang.”

Point keempat, HRS menyampaikan jika tidak takdir allah dan tanpa para syuhada, mengkin mereka sudah digiring ke tempat pembantaian yang sudah disiapkan. Dan saat itu, mereka tidak mengetahui kejelasan oknum yang melakukan kekerasan tersebut dan mereka pun tidak berani menuduh, karena mereka tidak mengantongi bukti dan saksi. Bahkan menurutnya, dalam keterangan pers Dewan Pimpinan Pusat FPI disebutkan orang tidak dikenal.

“Keempat, dengan takdir Allah, laulakum, tanpa mereka para syuhada. Mungkin kami sudah digiring ke tempat pembantaian yang sudah mereka rencanakan”

Setelah kejadian, menurut HRS. Para laskar-laskar FPI Kerawang melakukan pengecekan 6 laskar yang hilang di setiap RS, Kantor Polisi, dan mendatangi Rest Area. Tapi tidak ditemukan dan diketahui keberadaan mereka.

Menurutnya, dengan kekuasaan allah, mulut pembantai telah dibuka dan Polda Metro Jaya mengakui.

“Subhanallah, Allah membuka mulut yang membantai sudara, Allah buka mulut mereka. Tidak bisa mereka sembunyikan sudara, Allah maha kuat, Allah maha besar, Allah maha kuasa, Allah buka, siang itu Kapolda Metro Jaya mengakui. Bukan menuduh, tapi mereka sendiri yang membuka. Subhanallah, pertolongan Allah. Hanya cukup hitungan jam allah buka mulut mereka,”

“Padahal kalau mau ditutup seumur hidup pun kami tidak akan tau, tapi Allah maha tau, Allah buka mulut mereka, Allah buka pengakuan mereka sehingga sekarang sudah terang benderang siapa pelaku penjahat itu saudara,” tambahnya

Ada pun beberapa poin penting yang disampaikan HRS diakhir pernyataannya. Diantaranta; telah membentuk tim pemeriksa secara utuh kondisi 6 Jenazah, dan sudah mengantongi laporannya secara lengkap dan akan disampaikan secara nasional di waktu yang tepat.

Terakhir menurutnya, persoalan ini akan ditempuh jalur hukum secara prosedur.