SERGAP.ONLINE – Mantan Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mempertanyakan gejolak publik yang meminta tersangka Bansos Juliari Batu Bara dihukum mati.

Kata dia, hukuman mati tersebut dituntut apakah untuk terlihat bahwa proses penegakan korupsi di Indonesia serius.

“Wacana hukuman mati di kasus Korupsi Bansos ini untuk apa ya? Apa biar terlihat tegas berantas korupsi?,” Tulis Febri Diansyah di akun Twitter miliknya, (18/2).

Febri mengklaim bahwa tersangka korupsi bansos saat ini di dalam tahanan KPK, mereka tidak dikenakan pasal. Melainkan hanya tuntutan hukuman mati.

“Hmm gini ya, tersangka korupsi bansos di KPK sekarang itu ga ada yang dikenakan pasal, yang ada ancaman hukuman mati,” tuturnya.

Namun, selain mengatakan tidak ada pasal yang dikenakan dalam kasus korupsi bansos pada mantan menteri sosial, mantan Juru Bicara KPK itu mengatakan tersangka juga dijeret pasal suap.

“Mereka dijeret pasal suap (ancaman maksimal seumur hidup/20 tahun),” tambahnya.

Lebih lanjut, Febri menyampaikan perihal beberapa pendapat yang ditemuinya dan dianggap membuat publik lupa tentang masih ada banyak nama dibelakang kasus tersebut.

“Ada beberapa pendapat yang saya baca, jangan sampai wacana hukuman mati ini membuat kita abai dengan munculnya nama-nama lain,” singgung mantan Jubir KPK era Agus Rahardjo itu.

Febri mengingatkan publik agar jangan sampai melupakan dugaan persoalan baru di balik proses penelusuran kasus tersebut.

“Jangan lupa juga dengan laporan ke Dewas KPK tentang dugaan masalah dalam penyidikan kasus korupsi bansos,” ingatnya.

Menurutnya, hal tersebut patut dikawal agar tidak terjadi hambatan di dalam proses penyelesaian kasus korupsi bansos, lebih-lebih soal proses penegakan hukum di Indonesia.