Fahri Hamzah, Sekjen Partai Gelora Indonesia dan Mantan Wakil Ketua DPR RI Periode 2014-2019

SERGAP.ONLINE – Kebebasan berbicara yang dijamin pemerintahan Jokowi belakangan mendapat sambutan hangat dari publik baik pro dan kontra. Tanggapan yang sama juga datang dari seorang politikus Indonesia asal Nusa Tenggara Barat (NTB), Fahri Hamzah.

Fahri Hamza seperti dalam Perbincangan yang ditayangkan Kanal YouTube Karni Ilyas Club, Mantan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR-RI) sejak tahun 2014-2019 itu merespon positif langkah pemerintah membuka kebebasan berbicara dalam upaya pengontrolan kebijakan dan jalannya pemerintahan tersebut.

Namun disi lain, manurut Fahri Hamza dengan pernyataan Presiden Jokowi tentang kebebasan berbicara itu dinilai menjadi sinyal kekhawatiran pemerintahan Indonesia terhadap dunia Internasional perihal Demokrasi Indonesia.

“Hal itu sebenarnya juga semacam sinyal kekawatiran di dalam Istana bahwa di dunia Internasional, Indonesia sedang berada pada kemunduran demokrasi,” Kata Fahri Hamzah. Minggu,(14/2).

“Memang kita mengalami problem di dalam menginterpretasi makna-makna dasar dari demokrasi kita. misalnya tentang Freedom of Speach gitu, tentang kebebasan sipil dan kebebasan menyatakan pendapat yang ada di dalam konstitusi negara kita itu pemberian maknanya itu agak malemah,” Ujar Fahri.

Di sisi lain, Fahri Hamza juga menguraikan sejumlah pemetaan kelompok oposisi dan tidak opisisi yang cenderung tidak memberikan makna yang berarti dalam ruang diskusi dan pembinaan publik.

“Berkaitan dengan ini, ada kelompok elit yang tidak engine dengan diskusi-diskusi tentang pentingnya kritik pentingnya perbedaan pendapat untuk terus dikelola sebagai cara satu bangsa untuk memperkaya dirinya untuk naik tingkat peradabannya. Dan pengorganisasian pikiran dalam masyarakat sebagai sumber dari pertumbuhan peradaban bangsa,” Paparnya