SERGAP.ONLINE – Setelah mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Stepanus Robin Patujju ditetapkan sebagai tersangka penerimaan suap kasus janji penanganan perkara Walikota Tanjungbalai, kini muncul nama baru yang dicium baunya juga bersumber dari dalam gedung Merah Putih itu.

Berdasarkan keterangan Kordinatoor Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Bonyamin Saiman telah mengaku mendapatkan informasi ada nama salah satu pimpinan KPK yang diduga sebelumnya membangun komunikasi dengan Walikota Tanjungbalai, M Syahrial yang juga ditetapkan KPK sebagai tersangka dalam perkara suap tersebut.

Pimpinan KPK yang diduga dihubungi mantan walikota tersebut, menurut informasi yang didapatinya adalah Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar. Sejauh ini menurutnya, ia belum memperoleh kejelasan informasi lebih lanjut soal apa diterima atau tidak komunikasi tersebut oleh Lili Pintauli.

Dugaannya, Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar dihubungi M. Syahrial untuk ditanyai kejelasan kasus yang dijeretnya ke dalam ranah gedung Merah Putih itu.

Untuk perlu menghindari KPK dari orang-orang yang memiliki urusan hukum dengan pihak KPK. Menurutnya, wakil ketua KPK itu mestinya mengambil langkah tegas dengan memblokir kontak Walikota Tanjungbalai itu.

Namun, baginya, Informasi ada dugaan terjalin hubungan komunikasi antara tersangka dan Wakil Ketua KPK ini, harus menjadi landasan untuk ditelusuri dan dibahas untuk diungkap kebenarannya, maka perlu menjadi perbincangan Dewan Pengawas KPK agar dapat melakukan proteksi terhadap upaya-upaya yang mencoba untuk menghalang-halangi proses penegakan hukum di dalam tubuh KPK.

Selain itu, Kordinator MAKI ini menyarangkan agar Lili tidak diberi ruang terlibat dalam gelar perkara Tanjungbalai itu. Menurutnya, hal demikian jangan sampai terjadi. Apalagi ada lembaran-lembaran kasus yang diberikan padanya.

Melalui Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengatakan pihaknya merespon baik atas laporan-laporan tersebut dan pihaknya akan menelusuri lebih jauh berdasarkan bukti-bukti yang dimiliki, termasuk akan melakukan introgasi lebih lanjut kepada para tersangka. Namun, pihaknya, dalam gelar perkara mendalami laporan tersebut tidak akan berdasar pada opini atau asumsi semata.