SERGAP.ONLINE – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak untuk mempercepat panggilan dan pemeriksaan kepada Bupati Taliabu, Maluku Utara, Aliong Mus atas dugaan kasus penyelewengan APBN dan APBD proyek pembangunan ruas jalan Kawalo.

Desakan tersebut disampaikan Kordinatoor Aksi Gerakan Mahasiswa Anti Korupsi (GEMAR), Dikrun Ibrahim saat melakukan unjuk rasa di depan KPK. Jumat, (15/1).

Dikrun meminta kerja cepat KPK untuk mempercepat panggilan terhadap Bupati Taliabu yang diduga telah melakukan tindakan merugikan negara atas proyek pembangunan ruas jalan Kawalo tersebut.

Diduga terdapat kerugian negara sebesar 21 Miliar dari total anggaran 38 Miliar berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI, Cabang Maluku Utara. Dikrun meminta KPK untuk mempercepat pemeriksaan terhadap Aliong Mus yang diduga sebagai pelaku penyelewengan tersebut.

Selain itu, ia juga meminta KPK untuk memeriksa Aliong Mus atas dugaan Korupsi Dana Desa (DD) yang juga berdampak kerugian sebesar 4.3 Miliar.

Dikrun dan rekan-rekannya, setelah menggelar aksi, memberikan data kepada perwakilan KPK di depan gedung anti rasuah itu.

Dikrun berharap dengan data yang disampaikan dapat dikaji KPK untuk dipercepat panggilan pemeriksaan kepada Bupati Taliabu yang kerap disapa Aliong Mus.

Diketahui, Aliong Mus adalah sanak saudara dari Ahmad Hidayat Mus, Jainal Mus, dan Zainal Mus. Mereka adalah tersangka tahanan KPK.

Dikrun di akhir orasinya menyampaikan pihaknya akan kembali menggelar aksi di depan KPK untuk menanyakan kerja KPK dalam mengusut dugaan kerugian keuangan negara miliaran tersebut.