Sergap.online, Jakarta – Dalam keseharian kita tinggal di negeri kita Indonesia, banyak ditemui kejanggalan kehidupan sosial ekonomi. Selalu saja pihak pembeli dirugikan. Sikap mau menang sendiri sudah menjadi budaya dan menjadi trend dalam berbagai transaksi.

Sahabat saya, Marzuki Usman mantan Menteri Pariwisata mengatakan kepada saya dari Sergap.online kemaren 17 September 2020, bahwa ia sangat terkejut saat diminta menanda tangani surat untuk tidak menuntut dokter dan klinik tempatnya berobat jika terjadi kesalahan dari pihak dokter atau klinik tersebut.

Ia mendaftar berobat di sebuah klinik pemeriksaan darah “Siti Darmawati” di jalan kampung di Jakarta. Ia diminta menandatangani surat pernyataan bahwa kalau terjadi kecelakaan, ia harus setuju untuk tidak akan menuntut klinik itu. Artinya tidak boleh menuntut pegawai dan pemilik klinik tersebut.

“Wah ini namanya mau menang sendiri”, katanya.

Hal ini, katanya, sangat tolak belakang jika dibanding dengan klinik di Amerika Serikat. Disana kalau terjadi kecelakaan, pasien disilahkan menuntut klinik itu. 
Hal yang sama katanya juga berlaku pada Kios, Warung bahkan Toko Besar sekalipun di Indonesia.

Si pemilik toko menulis di dinding tokonya dengan kata-kata “barang yang sudah dibayar tidak boleh dikembalikan lagi”. Marzuki Usman bilang si pemilik warung or kios mau menang sendiri?

Pengalaman itu diceritakan kepada temannya yang lain. Temannya berujar “Marzuki, engkau harus bisa menerima budaya di negara Republik Indonesia tercinta ini yakni “budaya menang sendiri”.

Ada lagi kalau di rumah sakit, pasien mau operasi, juga diberlakukan hal yang sama. Yang paling aneh menurut saya adalah saat kita parkir mobil atau motor di tempat resmi seperti security parking, kita diberi Karcis atau Struk Parkir. Di Struk itu tertulis bahwa mereka tidak bertanggung jawab atau tidak menjamin kalau kendaraan anda hilang atau kendaraan anda dibongkar orang dan mengambil barang anda di dalam mobil. Padahal bayar parking seabrak-abrak mahalnya. Ini juga budaya menang sendiri.

Apakah ini rampok yang diperbolehkan? Bagaimana masa depan NKRI kita? tanya Marzuki, Lemas tak berdaya kepada Sergap.online