Sergap.online – Bahwasanya manusia didalam kehidupannya tiduk luput dari ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus dikembangkan untuk kemaslahatan uamat manusia. Pada dasarnya ilmu pengetahuan dan teknologi itu sudah melekat pada manusia yang di karuniai akal untuk berpikir, untuk merenungi dan mengambil pelajaran dari apa-apa yang ada disekitarnya sehingga mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Di dalam ayat-ayat Al-Qur’an banyak sekali ayat-ayat yang menjadi acuan dab referensi dalam pengembangan iptek tersebut. Seperti di dalam Al-Quran surat Ali-Imran[3]: 191 menyebutkan bahwa,

رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هٰذَا بَاطِلًاۚ سُبْحٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
“Ya Tuhanku, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Mahasuci Engkau”. Berdasarkan ayat tersebut Allah memerintahkan kepada umat manusia AGAR MEMPERGUNAKAN AKALNYA UNTUK MEMIKIRKAN AYAT-AYAT ALLAH.”

Sudah banyak sekali tokoh-tokoh Islam yang sudah berkiprah menjadi pakar keilmuan dan teknologi dari masa dahulu hingga masa modern ini, diantara pakar-pakar islam yang ikut berkontrobusi dan dikenal secara luas dalam ilmu pengetahuan antara lain Al Baitar dikenal sebagai ahli tumbuhan obat, Ibnu Sina (Avicenia) dikenal dengan bapak kedokteran muslim, Al Buzjani dikenal peletak dasar rumus trigonometri, Al Khawarizmi sebagai penemu algoritma, Al Battani penemu penghitung waktu tahun, Ibnu Haitham sebagai ahli optikal dan masih banyak lagi.

Berikut Ayat-ayat Al-Qur’an yang berhubungan dengan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

  1. Surat Yunus Ayat 101
    قُلِ انْظُرُوا مَاذَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَمَا تُغْنِي الْآيَاتُ وَالنُّذُرُ عَنْ قَوْمٍ لَا يُؤْمِنُونَ

Artinya : Katakanlah: “Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi. Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman”. (Q.S. Yunus ayat 101).

Isi Kandungan QS. Yunus [10]: 101
Orang-orang yang berpikir dan yakin kepada penciptanya akan melihat banyak pengetahuan dengan merenungi penciptaan alam semesta sedangkan orang yang tidak percaya adanya pencipta alam maka semua tanda-tanda keesaan Allah dalam alam ini tidak bermanfaat baginya.

  1. Surat Al-Baqarah ayat 164
    إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ وَمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ مَاءٍ فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِنْكُلِّ دَابَّةٍ وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ

Artinya : “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan”. (Q.S. Al-Baqarah ayat 164)

Kandungan Surat Al-Baqarah ayat 164 :
Allah menciptakan alam dan seisinya untuk kepentingan manusia karena manusia dijadikan sebagai khalifah di muka bumi.
Sebagai khalifah di bumi, manusia diberi bekal ilmu dan teknologi bukan materi kebendaan ataupun keturunan yang jadi pegangan.
Allah menurunkan air hujan sehingga tanah yang tadinya tandus menjadi subur, kemudian dengan teknologi tanah tersebut ditanami berbagai jenis tumbuhan yang sangat berguna bagi kehidupan manusia.
Allah yang menjadikan bumi adanya pergantian siang dan malam yang sangat bermanfaat bagi kehidupan.
Allah menciptakan laut untuk makhluk-Nya sebagai mata pencaharian, sarana transportasi antar pulau.
Allah menciptakan perkisan angin yang akan membawa rahmat dan kadang membawa bencana.

Perilaku yang mencerminkan Surat Al-Baqarah ayat 164 :
Menjadi orang yang berilmu pengetahuan dan berwawasan luas.
Menggunakan kemampuan ilmu pengetahuan yang dimiliki agar mampu menjelajah keseluruh penjuru langit dan bumi.
Meningkatkan ilmu pengetahuan tentang segala apa yang telah diciptakan oleh Allah SWT.
Berusaha mendapatkan rezeki dari Allah dengan keahlian yang dimiliki dan kemampuan yang ada.
Rajin menuntut ilmu dan memanfaatkan ilmu tersebut dalam kehidupan.

  1. Surat Ar-Rahman ayat 33
    يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ إِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَنْ تَنْفُذُوا مِنْ أَقْطَارِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ فَانْفُذُوا ۚ لَا تَنْفُذُونَ إِلَّا بِسُلْطَانٍ

Artinya : “Hai jama’ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan(dari Allah)”.(Q.S. Ar-Rahman ayat 33)

Kandungan Surat Ar-Rahman ayat 33 :
Ayat ini menyeru jin dan manusia jika mereka sanggup menembus, melintasi penjuru langit dan bumi karena takut akan siksaan dan hukuman Allah, mereka boleh mencoba melakukannya, mereka tidak akan berbuat demikian. Demikian mereka tidak mempunyai kekuatan sendiri pun dalam menghadapi kekuatan Allah SWT. Menurut sebagian ahli tafsir, pengertian -Sultan- pada ayat ini adalah ilmu pengetahuan. Hal ini menunjukkan bahwa dengan ilmu pengetahuan / teknologi manusia dapat menembus ruang angkasa.

Tanda-tanda (kekuasaan Allah) di bumi dan dilangit yang saat ini telah terkuak kebenarannya dan kesemuanya sejalan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi :

  1. Ketika manusia mendaki dan berada di ketinggian, makin tinggi makin sulit baginya untuk bernapas. Karena tekanan udara berkurang satu derajat setiap kali ia naik seratus meter. Dan hal ini sudah dijelaskan di dalam Al- Qur’an :
    وَمَنْ يُّرِدْ اَنْ يُّضِلَّهٗ يَجْعَلْ صَدْرَهٗ ضَيِّقًا حَرَجًا كَاَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِى السَّمَاۤءِۗ كَذٰلِكَ يَجْعَلُ اللّٰهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ
    “Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman. “ (QS. Al-An’am: 125)
  2. Kata ‘berpasangan’ dalam al-Qur’an bermakna laki-laki dan perempuan. Bahkan atom juga berpasangan (positif-negatif). Ada kekuatan menolak dan kekuatan manarik. Berpasangan dalam beragam bentuk.

وَمِنْ كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ
“Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” (QS. Adz-Dzariyat: 49).

سُبْحٰنَ الَّذِيْ خَلَقَ الْاَزْوَاجَ كُلَّهَا مِمَّا تُنْۢبِتُ الْاَرْضُ وَمِنْ اَنْفُسِهِمْ وَمِمَّا لَا يَعْلَمُوْنَ
Maha Suci Zat yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi, dari diri mereka, maupun dari apa yang tidak mereka ketahui. (QS. Yasin: 36)

  1. teori BIG BANG yang muncul sekitar 50 tahun yang lalu

اَوَلَمْ يَرَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اَنَّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنٰهُمَاۗ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاۤءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّۗ اَفَلَا يُؤْمِنُوْنَ
“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” (QS Al-Anbiya ayat 30)

  1. Bentuk Bumi
    Manusia sebelumnya megira bahwa bumi itu datar, lalu pada tahun 1577 ketika Sir Francis Drake berkeliling dunia dia membuktikan bahwa bumi itu bulat. 14 abad yang lalu di dalam al-Qur’an sudah disampaikan :

وَالْاَرْضَ بَعْدَ ذٰلِكَ دَحٰىهَاۗ
“Dan bumi sesudah itu dihamparkan (Daha, makna lain adalah telur burung unta)-Nya.” (QS. An-Naziat: 30 )
دَحَاها، بسَطَها ومدَّها ووسَّعَها على هيئة بيضة للسُّكنى والإعمار أرضٌ مَدْحِيَّةٌ،
Maknanya, Allah menghamparkan dan meluaskan permukaan bumi yang berbentuk bulat telur supaya di tempati dan diisi.

  1. Cahaya Bulan Cahaya refleksi atau cahayanya sendiri?

تَبٰرَكَ الَّذِيْ جَعَلَ فِى السَّمَاۤءِ بُرُوْجًا وَّجَعَلَ فِيْهَا سِرَاجًا وَّقَمَرًا مُّنِيْرًا
14 abad yang lalu: “Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari (syams-siroj, yang bercahaya) dan bulan yang bercahaya (qomar-nur, dari refleksi).” QS. Al-Furqon ayat 61)

Sebelumnya, banyak orang mengira bahwa bulan memiliki cahayanya sendiri, tapi kini kita mengetahui bahwa cahaya bulan bukanlah cahayanya sendiri, melainkan refleksi dari cahaya matahari.

  1. Rotasi Matahari
    Sebelumnya, orang memahami bahwa matahari berputar mengelilingi bumi dan ia tidak berotasi pada porosnya (matahari statis)
    .وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ ۖ كُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ

14 abad yang lalu: “Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” QS. Al-Anbiya’ ayat 33)

Zaman modern membuktikan bahwa matahari buth waktu kira-kira 25 hari untuk menyelesaikan satu rotasi.

  1. Hidrologi (Siklus Air)
    Pada tahun 1580 ketika Sir Bernard Palissy membicarakan tentang siklus air untuk pertama kalinya ttg evaporasi air laut.

وَهُوَ الَّذِيْ يُرْسِلُ الرِّيٰحَ بُشْرًاۢ بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهٖۗ حَتّٰٓى اِذَآ اَقَلَّتْ سَحَابًا ثِقَالًا سُقْنٰهُ لِبَلَدٍ مَّيِّتٍ فَاَنْزَلْنَا بِهِ الْمَاۤءَ فَاَخْرَجْنَا بِهٖ مِنْ كُلِّ الثَّمَرٰتِۗ كَذٰلِكَ نُخْرِجُ الْمَوْتٰى لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ
14 abad yang lalu: “Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.” (QS. Al-A’raf ayat 57)

  1. Geologi
    Para geologis berkata bahwa dalamnya muka bumi adalah 300.780 mil. Bagian intinya panas dan cair, bagian luarnya kerak tipis, hanya 1-20 mil tebalnya, dan ada kemungkinan besar ia akan berguncang. Karena fenomena melipat, yang menciptakan pegunungan yang mencegah bumi dari guncangan (gempa).

وَجَعَلْنَا فِي الْأَرْضِ رَوَاسِيَ أَن تَمِيدَ بِهِمْ وَجَعَلْنَا فِيهَا فِجَاجًا سُبُلًا لَّعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ

14 abad yang lalu: “Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka dan telah Kami jadikan (pula) di bumi itu jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk” (QS. Al-Anbiya’ ayat 31)

  1. Oceanologi
    Sebelumnya, kita tahu bahwa ada dua jenis air, air tawar dn air asin.
    وَهُوَ الَّذِي مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ هَٰذَا عَذْبٌ فُرَاتٌ وَهَٰذَا مِلْحٌ أُجَاجٌ وَجَعَلَ بَيْنَهُمَا بَرْزَخًا وَحِجْرًا مَّحْجُورًا

14 abad yang lalu: “Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya DINDING DAN BATAS YANG MENGHALANGI.” QS. Al-Furqon ayat 53)

  1. Embriologi
    Segala sesuatu (makhluk) tercipta dari air.
    وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ ۖ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ

14 abad yang lalu: “Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” (QS Al-Anbiya ayat 30)

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ مِنْ سُلٰلَةٍ مِّنْ طِيْنٍ ۚ ثُمَّ جَعَلْنٰهُ نُطْفَةً فِيْ قَرَارٍ مَّكِيْنٍ ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظٰمًا فَكَسَوْنَا الْعِظٰمَ لَحْمًا ثُمَّ اَنْشَأْنٰهُ خَلْقًا اٰخَرَۗ فَتَبَارَكَ اللّٰهُ اَحْسَنُ الْخَالِقِيْنَۗ

14 abad yang lalu: “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik”. (QS. Al-Mukminun ayat 12-14)

  1. Botani
    Allah ciptakan semua jenih buah-buahan berpasang-pasangan
    فَأَخْرَجْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِّن نَّبَاتٍ شَتَّىٰ

14 abad yang lalu: “Maka Kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam.“ (QS Taa Haa ayat 53)


وَمِن كُلِّ الثَّمَرَاتِ جَعَلَ فِيهَا زَوْجَيْنِ اثْنَيْنِ

“Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan.” (QS. Ar-Ra’du ayat 3)

وَاَرْسَلْنَا الرِّيٰحَ لَوَاقِحَ فَاَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً فَاَسْقَيْنٰكُمُوْهُۚ وَمَآ اَنْتُمْ لَهٗ بِخَازِنِيْنَ
Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya. (QS. Al-Hijr: 22)

Angin membawa awan yang mengandung uap air. Awan bertumpuk satu sama lain. Muatan positif dan negatif bercampur hingga menimbulkan kilat. Lalu angin menurunkan hujan dari awan itu. Pada saat yang sama, angin mengawinkan tumbuh-tumbuhan, yakni membawa benih jantan tumbuhan untuk dikawinkan dengan benih betina. Hujan yang turun disimpan dalam perut bumi. Lewat sumur dan mata air, ia bermanfaat untuk semua makhluk hidup, baik tumbuhan, hewan maupun manusia.

  1. Zoologi
    Lebah yang bisa menemukan jalannya dengan sendiri

وَاَوْحٰى رَبُّكَ اِلَى النَّحْلِ اَنِ اتَّخِذِيْ مِنَ الْجِبَالِ بُيُوْتًا وَّمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُوْنَۙ ثُمَّ كُلِيْ مِنْ كُلِّ الثَّمَرٰتِ فَاسْلُكِيْ سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلًاۗ يَخْرُجُ مِنْ بُطُوْنِهَا شَرَابٌ مُّخْتَلِفٌ اَلْوَانُهٗ ۖفِيْهِ شِفَاۤءٌ لِّلنَّاسِۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ

14 abad yang lalu: “Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia”, kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.” (QS. An-Nahl ayat 68-69)

Binatang dan burung-burung hidup dalam komunitas bagaikan manusia.

وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا طَائِرٍ يَطِيرُ بِجَنَاحَيْهِ إِلَّا أُمَمٌ أَمْثَالُكُم

14 abad yang lalu: “Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu.” (QS Al-An’am ayat 38)

Al-Qur’an berbicara tentang gaya hidup Semut
وَحُشِرَ لِسُلَيْمٰنَ جُنُوْدُهٗ مِنَ الْجِنِّ وَالْاِنْسِ وَالطَّيْرِ فَهُمْ يُوْزَعُوْنَ حَتّٰىٓ اِذَآ اَتَوْا عَلٰى وَادِ النَّمْلِۙ قَالَتْ نَمْلَةٌ يّٰٓاَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوْا مَسٰكِنَكُمْۚ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمٰنُ وَجُنُوْدُهٗۙ وَهُمْ لَا يَشْعُرُوْنَ

14 abad yang lalu: “Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan). Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari” (QS. An-Naml ayat 17-18)

Al-Qur’an berbicara tentang gaya hidup laba-laba

مَثَلُ الَّذِينَ اتَّخَذُوا مِن دُونِ اللَّهِ أَوْلِيَاءَ كَمَثَلِ الْعَنكَبُوتِ اتَّخَذَتْ بَيْتًا ۖ وَإِنَّ أَوْهَنَ الْبُيُوتِ لَبَيْتُ الْعَنكَبُوتِ ۖ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ [٢٩:٤١]

14 abad yang lalu: “Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui.” (QS Al-Ankabut ayat 41)

  1. Reseptor Rasa Sakit
    Seorang peneliti dari Thailand, Tagatat Tejasen., meneliti bahwa Kulit memiliki reseptor rasa sakit yang bertanggungawab terhadap rasa sakit. Setelah mengetehui hal itu disebutkan dalam al-quran 14 abad yang lalu, ia masuk Islam.

اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِاٰيٰتِنَا سَوْفَ نُصْلِيْهِمْ نَارًاۗ كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُوْدُهُمْ بَدَّلْنٰهُمْ جُلُوْدًا غَيْرَهَا لِيَذُوْقُوا الْعَذَابَۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَزِيْزًا حَكِيْمًا

14 abad yang lalu: “Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.“ (QS An-Nisa ayat 56)

Oleh : Burhan Ali, Lc., MA
Dosen Pengampu PP. Al-Qur’an dan Hadist, Universitas Ibnu Chaldun Jakarta