Pjs. KAMMI Pusat, Susanto Triyogo

SERGAP.ONLINE – Kasus COVID-19 di Indonesia hingga Selasa (26/1) sudah mencapai lebih dari satu juta kasus. Angka ini lebih banyak dari total seluruh kasus di negara-negara Asia Tenggara lainnya yang berjumlah 917.279 kasus.

Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) meminta pemerintah mengevaluasi kebijakan PPKM Jawa-Bali.

“Kebijakan PPKM Jawa-Bali ini harus dievaluasi karena terbukti tidak memberikan dampak signifikan terhadap penurunan kasus COVID-19. Justru saat ini kasus COVID-19 di tanah air sudah lebih dari satu juta” kata Pjs Ketua Umum PP KAMMI Susanto Triyogo dalam rilis medianya, Sabtu (30/01).

BACA JUGA: Usai Vaksinasi Kedua, Presiden Jokowi Targetkan Setiap Hari Satu Juta Orang

Susanto juga menilai tidak berdampaknya PPKM terhadap penurunan kasus COVID-19 dikarenakan penerapan yang tidak tegas.

“Di jalan-jalan dan di tempat-tempat umum masih banyak yang melanggar prokes dan berkerumun. Jadi PPKM ini sama saja seperti tidak ada PPKM” terangnya.

Susanto juga menyampaikan bahwa pandemi COVID-19 ini adalah masalah serius yang penerapan kebijakannya harus tegas.

“Datangnya WN China di tengah kebijakan penutupan akses oleh pemerintah hingga 8 Februari tentu membuat masyarakat bertanya-tanya ada apa sebenarnya. Walaupun katanya dikecualikan namun tetap saja ini menjadi preseden yang buruk bagi penanganan COVID-19” kata Susanto.