Sergap.online – Aksi tabur bunga dengan pelbagai serial tampilan aksi dilakukan puluhan mahasiswa dengan bendera pergerakan Koalisi Aksi Mahasiswa Indonesia Independen. Kamis, (5/11)

Aksi tabur bunga ini dimaksudkan sebagai bentuk gerakan ritual kesedihan atas dianggap hilangnya nurani pemerintah rezim Jokowi-Ma’aruf.

Salah satu orator, Atep Maulana menyampaikan pemerintah telah hilang rasa simpati terhadap rakyat sehingga pelbagai gerakan keluhan rakyat atas keberlangsungan negara diabaikan dan malah mementingkan hal lain.

“Presiden Jokowi telah hilang nuraninya. Pelbagai aktivitas kritik masyarakat oleh sejumlah kelompok masyarakat, namun diabaikan. Apakah ini menandakan Jokowi adalah pemimpin Indonesia dan layak disebut presiden?”. Teriak Atep dengan mengangkat alat pengeras dan dijawab “tidak” oleh masa.

Menurutnya, Presiden sebaiknya mendengarkan terlebih dulu apa kata rakyat, rakyat memiliki andil dalam pembentukan regulasi di Indonesia. Mereka harus dilibatkan, dengan itu dengarkan terlebih dulu suaranya. Bukan malah mengambil langkah teken UU Cilaka.

Di sela-sela aksinya, ia mempertegasa dan meminta Jokowi harus mundur dari jabatannya, karena dinilai tidak bisa lagi memimpin untuk rakyat, malah untuk kelompok tertentu.

Ia pun menyampaikan pemerintah telah menyediakan karpet merah untuk menyambut kedatangan oligarki, dan aksi bungga yang dilakukan adalah bentuk perayaan ritual atas meninggalnya nurani pemerintahan.

Aksi tabur bunga ini diakhiri dengan doa bersama. Lewat doa penutup ini, mereka mendoakan Indonesia dalam usia 75 tahun untuk selalu dilindungi dari kepentingan-kepentingan oknum perusak, dan meminta tuhan untuk mengampuni dosa sosial yang telah dilakukan pemerintah.